Mengutip Voaindonesia.com, berbagai antisipasi dilakukan agar meredam terjadinya kerusuhan. Sebagian massa yang mengarak jenazah Lukas Enembe melemparkan batu mulai dari Hotel Grand Tahara hingga Borobudur Sentani.

Sejumlah rumah, kantor, pertokoan dan beberapa mobil ikut terkena lemparan batu, warga juga membakar beberapa mobil. Beberapa polisi yang berupaya menenangkan massa justru dipukuli.

"Kondisinya ada sedikit luka, kemudian sudah dievakuasi ke rumah sakit, kondisinya stabil Alhamdulillah," jelasnya dilansir dari Cnnindonesia.com.

Victor mengatakan, terdapat anggota TNI-Polri yang turut mengalami luka-luka saat mengawal iring-iringan pengantar jenazah Lukas. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Dewas KPK Ungkap Percakapan SYL dengan Sebutan Jenderal, Firli Bahuri Sengaja Perlambat Sidang Etik