"Polisi pengamanan kemudian suruh mobil sopir truk untuk terobos massa aksi, namun posisi massa aksi mencoba menghadang alat tersebut. Sehingga pihak kepolisian memberikan beberapa tembakan ke udara," papar Undu saat dihubungi via telepon seluler, Minggu (19/9/2021).
Baca juga: Waspada, Daerah di Indonesia Ini Berpotensi Terjadi Tsunami Setinggi 33,5 Meter
Baca juga: Bila Diminta Secara Resmi, Jaksa Siap Dampingi Proyek Strategis di Muna
Sementara itu, Jumran, massa aksi lainnya yang terlibat dalam demonstran menyampaikan, pihak kepolisian yang menjadi pengamanan menggunakan senjata laras panjang dan melakukan penembakan. Bahkan kata dia, ada bukti peluru yang diamankan masyarakat akibat hasil tembakan polisi tersebut.
"Kami ada bukti peluru yang ditembakkan polisi saat demo di Site PT GMS," ungkapnya.
