Sementara itu, Lurah Tongano Timur, Hj Zubaidah mengatakan, penurunan kualitas sumber air Te’e Lu’o ini diketahui sejak beberapa tahun terakhir ini.

“Saya diberitahu oleh petugas Yayasan Te’e Lu’o bahwa hasil surveinya kalau air ini lama kelamaan akan habis dan zat kapurnya sudah banyak,” kata Zubaidah, Rabu (7//7/2021).

Ia menambahkan, air sebagai salah satu elemen kehidupan maka sudah semestinya sumber air Te’e Lu’o patut dijaga kelestariannya demi kelangsungan hidup masyarakat.

Olehnya itu, pihaknya secara tegas melarang warga membangun 100 meter dari lokasi sumber air.

Baca Juga: Tak Ada PCR, Penumpang Bandara Betoambari Baubau Wajib Swab Antigen