"Nah, sepekan yang lalu. Futuristis Coffee kemudian dipindahkan di gerbang batas Kota Kendari-Konsel ini," ungkap Sul kepada Telisik.id, sembari meletakkan secangkir kopi americano yang baru saja ia seduh.
Dengan senyum tipis khasnya, pemuda berusia 23 tahun ini tak segan menceritakan konsep yang dipakainya untuk menggaet pelanggan agar datang ke angkringan kopi miliknya itu.
Ia mengaku, konsep awal yang digunakan adalah mengandalkan pertemanan atau promosi kepada kenalan sesama mahasiswa.
"Pertama hanya pertemanan, saya promosi untuk ngopi di Futuristis. Nah, dari teman ini saya suruh bawa temannya lagi sekitar lima orang, kalau misal dia bisa bawa lima orang, kopinya saya gratiskan satu," akunya.
Baca juga: DAU Muna Refocusing Rp 100 Miliar, OPD Harus Genjot PAD
