Yulinda menjelaskan bahwa anak-anak ini sering mengalami kebingungan identitas dan perasaan tidak diakui oleh masyarakat.

“Anak dari hubungan kohabitasi rentan terhadap stigma dan diskriminasi. Mereka mungkin menghadapi tantangan untuk menempatkan diri dalam struktur keluarga dan masyarakat karena status mereka,” kata Yulinda. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Mustaqim