“Kurban memikirkan bagaimana hewan itu dibeli, bagaimana dia dikumpulkan, bagaimana nasib petani-petani dan peternak. Ini kan menarik semua. Dari mulai booth-booth-nya, menyediakan lahannya, kemudian menyewakan, ini kan (milik) umat semua. Ini cara kita menggerakkan ekonomi umat, dan ini yang diinginkan oleh agama,” kata Ustadz Faris.

Baca juga: Verifikasi Pedagang Dimulai, Diumumkan Hari Minggu

Bahkan menurutnya, esensi semua ibadah adalah memiliki dampak bagi masyarakat sekitar. Ini yang tercermin dari dua tahun pertama masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, di mana semua urusan ekonomi belum selesai.

“Maka ketika datang ibadah-ibadah di dalam Islam, ini tidak mungkin ibadah yang hanya berhubungan dengan Allah SWT tanpa memberi efek terhadap umat. Ini yang penting yang selalu ingin kita sampaikan. Jika benar hubunganmu dengan Allah, maka orang-orang di sekitarmu akan dapat merasakan itu. Inilah semangat dalam berkurban yang disampaikan (dari nabi) kepada para sahabat atau instrumen-instrumen lainnya dalam berbagi,” Ustadz Faris menjabarkan.

Terutama pada saat pandemi seperti sekarang, di mana banyak orang yang terkena dampaknya. Ia mengapresiasi salah satu program Global Qurban – ACT, yakni Agen Qurban.