Kedua, perbanyak menabung. Untuk mempersiapkan besaran biaya hidup yang tidak terduga di tengah gelombang resesi tahun depan akibat inflasi, menabung adalah hal yang perlu dilakukan. Menabung bukan hanya dalam bentuk deposito, bisa juga dalam bentuk emas sebagai investasi ataupun reksadana, obligasi dan saham.
Ketiga, perbaiki pola konsumsi. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang konsumtif, sifat ini harus diwaspadai menjelang isu resesi 2023. Mulai dari sekarang, masyarakat harus bisa memilah mana kebutuhan prioritas yang menyangkut kehidupan sehari-hari, dengan kebutuhan tersier yang hanya sebagai gaya hidup.
Baca Juga: Tahun 2023 Pemerintah Hanya Subsidi 2 Jenis Pupuk untuk 9 Komoditas Pertanian
Nasrul menyarankan masyarakat untuk mengurangi konsumsi yang sifatnya hanya didasarkan pada nilai estetika dan tidak terlalu dibutuhkan, kebutuhan seperti pangan harus menjadi fokus utama dan prioritas untuk bertahan melalui masa resesi.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Martini mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk mendata peristiwa yang sudah terjadi. Untuk resesi tahun depan yang belum terjadi, BPS tidak diperbolehkan untuk membuat prediksi data apapun.
