Saat dicek di dalam kamarnya, nahkoda tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa. Kabar duka itu langsung disampaikan kepada pihak keluarga melalui sambungan telepon dari tengah laut.
Sukmawati, salah satu anggota keluarga korban, membenarkan bahwa kabar duka tersebut diterima sekitar pukul 07.00 pagi. Jenazah tiba di darat Pelabuhan Samudra Kendari sekitar pukul 13.00 siang.
Baca Juga: ASN Dinonjob Eks Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir Ajukan PK
"Pihak rumah sakit tadi langsung menyuntikkan formalin, lalu jenazah diterbangkan ke Sulawesi Barat untuk dimakamkan. Kami menolak dilakukan autopsi karena menurut kami tidak ada tanda-tanda keanehan," jelasnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya nahkoda kapal terbesar masih belum diketahui secara medis. Namun keluarga menerima kepergian korban sebagai musibah dan memilih untuk tidak melanjutkan penyelidikan lebih lanjut. (A)
