“Jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengucapkan “sami’allahu liman hamidah”, tidak ada seorang pun dari kami yang membungkukkan punggungnya sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam benar-benar (meletakkan kepalanya) bersimpuh dalam sujud, barulah setelah itu kami bersujud.” (HR. Bukhari no. 690 dan Muslim no. 474).

Baca juga: Doa Atasi Ejakulasi Dini

Dulu, sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka menunggu di belakang Nabi yang bertindak sebagai imam, dalam kondisi mereka tetap berdiri (i’tidal). Sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membungkukkan badan dan bertakbir, kemudian meletakkan dahinya di lantai (sudah benar-benar dalam posisi sujud), barulah mereka mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk turun sujud.

Terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata,

“Engkau tidak salat sendirian, dan tidak pula menjadikan seseorang sebagai imam yang diikuti.”