“Iya, investasi tambang itu akan membuka lapangan pekerjaan tapi kami di desa ini selalu hanya mengikut dari atas. Tapi kalau ada masalah, pasti kami yang pertama merasakannya,” jelas Sarman.
Sarman mengatakan, perusahaan aspal kini sudah mulai membangun pabrik seperti PT Kartika Prima Abadi (KPA) di Desa Suandala yang akan segera rampung, sehingga diperkirakan tidak lama lagi membuka rekrutmen tenaga kerja. Atas dasar itu, ia memprediksi akan masuk ribuan orang beraktivitas di kawasan lingkar tambang.
Baca Juga: Gempa di Manggarai Rupanya Terjadi 89 Kali, Warga Reok Tetap Aktivitas Biasa
“Jadi saya berkeinginan dan akan mendukung bila mana pemerintah atau ada forum masyarakat yang ingin menggelar diskusi dan melibatkan semua pihak terutama kami di 3 desa (Lawele, Nambo dan Suandala) pada umumnya Kecamatan Lasalimu supaya kami bisa berkomitmen dengan pihak perusahaan aspal untuk mendapatkan manfaat investasi sebelum aktivitas tambang terbuka secara besar-besaran,” harap Sarman.
Diskusi dimaksudkan agar tanggung jawab perusahaan untuk masyarakat lingkar tambang seperti dana pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, bisa dinikmati masyarakat.
