“Belum lagi di Kota Baubau hingga kedalaman enam meter, kualitas garamnya jauh lebih baik,” jelasnya Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, selama ini garam yang beredar di Kota Baubau sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah, sehingga diperlukan pelatihan seperti ini agar potensi lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Papan Tulis SD di Buton Rusak Tahunan, Regulasi Baru Hambat Pengeluaran Dana BOS Tak Lebih 20 Persen

“Garam krosok yang dihasilkan nantinya dapat diolah menjadi garam yang lebih bersih dan layak konsumsi,” tambahnya.

Sementara itu, Kaprodi Magister dan Doktor Sains Kebumian ITB, Lamona I. Bernawis, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan dengan menggunakan 34 titik stasiun, termasuk 10 titik di perairan lepas pantai.