"MoU amandemen perjanjian pinjaman daerah sudah dilakukan, dengan demikian, kontrak fisik sudah bisa dilaksanakan," terangnya.
Baca Juga: Pemudik Membludak di Pelabuhan Torobulu-Tampo, Rela Tak Tidur Semalaman
Syahrun memastikan untuk 140 paket proyek, kontrak kerjanya akan selesai di bulan Mei mendatang. Sehingga proyek-proyek itu bisa langsung dikerjakan.
"Batas waktu pekerjaan enam bulan harus tuntas," timpalnya.
Proyek yang dibiayai pinjaman dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Meliputi pembangunan infrastruktur jalan, pasar, pabrik jagung, perikanan, ketahanan pangan, peternakan, rumah sakit, BTS komunikasi, air bersih, transmigrasi dan sarana olahraga. (C)
