Sementara itu, Ketua DPP LAT Sultra, Masyhur Masie Abunawas menyampaikan, musyawarah kerja ini bertujuan untuk menyusun program kerja yang bermuara pada rekomendasi program yang secara teknis akan dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LAT kabupaten/kota dimana LAT berkedudukan.
Baca juga: BPBD Ingatkan Pembangunan Trans Studio Kendari Perhatikan Kajian Bencana
“Kita harapkan, musyawarah ini tidak saja menghasilkan program dan rekomendasi terkait pelestarian nilai-nilai budaya Tolaki, tetapi juga diharapkan lahir program dan rekomendasi yang bersifat multidisiplin, yang mendukung pelestarian nilai-nilai budaya Tolaki, misalnya pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, dan lain-lain,” ujar Masyhur Masie Abunawas.
Ia juga menambahkan, setelah musyawarah kerja DPP LAT ini selesai, diharapkan agar seluruh DPD yang belum melaksanakan musyawarah dapat melaksanakan musyawarah kerja daerah.
Dan melalui peluncuran program Rp 10 ribu per orang Tolaki Mepokoaso dalam bingkai lembaga adat Tolaki. Aktualisasi program tersebut diwujudkan dalam bentuk sumbangan warga beretnis Tolaki ke LAT Sultra.
