Untuk diketahui, Molulo Bersama di Kolam Retensi Boulevard ini menjadi rutinitas setiap akhir pekan. Sebelum Molulo Bersama, Komunitas Dance Mix Indonesia juga akan mengadakan dance mix terlebih dahulu bersama-sama dengan masyarakat.
Molulo ini menjadi salah satu kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya khas Sulawesi Tenggara. Instruktur Atin menegaskan, melestarikan Molulo sebagai budaya Sulawesi Tenggara adalah tanggung jawab bersama.
"Kebetulan Lulo itu salah satu budaya kita khas suku Kendari dan itu harus kita lestarikan. Siapa lagi kalau bukan kita yang lestarikan. Jadi kita tutup dengan Lulo kebetulan itu juga disukai oleh masyarakat," jawabnya.
Masyarakat yang hadir di Kolam Retensi Boulevard merasakan suasana yang menyenangkan ketika Molulo bersama.
Baca Juga: Divisipas Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara Monev di Lapas dan Rutan Kendari
