Zakat menjadikan perputaran ekonomi lancar, sehingga harta tidak hanya menumpuk pada orang-orang kaya. Dengan ini maka kesenjangan sosial akan semakin kecil. Terlebih manajemen zakat tidak lagi menyantuni, melainkan memberdayakan. Sehingga saat ini mustahik, ke depan bisa jadi muzakki.

Baznas dan LAZ telah banyak berperan di banyak bencana alam maupun non alam, baik di Indonesia maupun di luar negeri, dengan tanpa memandang embel-embel lahirian seperti suku, ras, agama, dan antar golongan. Dengan ini maka zakat meniscayakan fungsi kemanusiaan universal atau rahmatan lil alamin.

Baca juga: Begini Penjelasan UAS Soal Salat Idul Fitri di Rumah Saat Pandemi

5. Nilai Etis

Zakat bernilai etis karena dengan berbagi kita dapat membersihkan jiwa dan menghendaki kedermawanan sosial (filantropis).