Sementara itu, Kelompok Tani Hortikultura atau Kelompok Kateni akan menerapkan edible coating pada hasil panen komoditas hortikultura.

Integrasi kedua kelompok tersebut menjadi bagian dari konsep Biosmart dalam membangun rantai nilai bioindustri berbasis sagu. Proses tersebut menghubungkan pemanfaatan limbah sagu dengan pengolahan produk serta pemanfaatannya pada hasil hortikultura.

Melalui pola tersebut, program tidak hanya berfokus pada teknologi pengolahan bahan baku, tetapi juga mencakup penerapan hasil inovasi pada sektor pertanian.

Baca Juga: SDN 22 Kendari Optimalkan Pembelajaran Sambil Menanti Rehabilitasi Ruang Kelas

Dorong Pemanfaatan Limbah Sagu