Seluruh atribut duniawi seperti jabatan, pangkat, dan kekayaan menjadi tidak berarti. Jamaah haji berdiri di hadapan Allah sebagai manusia yang sama tanpa perbedaan status sosial.

"Setiap jamaah haji perlu memahami makna simbolik dan sekaligus memaknai secara sufistik di balik simbol-simbol haji. Dengan cara itu, akan terjadi perubahan mendasar di dalam diri jamaah," kata Menag.

Haji yang mabrur adalah tujuan utama dari ibadah ini. Oleh karena itu, memahami filosofi di balik setiap rangkaian ibadah haji sangatlah penting agar jamaah benar-benar merasakan manfaat spiritualnya.

"Inilah yang mampu menghadirkan haji mabrur, sebuah kualitas haji yang menjadi idaman bagi para hujjaj, yang akan berdampak kebaikan yang besar sepulang menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji 2025 Reguler Resmi Dibuka, Ini Akses Link Nama Jamaah Berangkat dan Besaran Embarkasi