Koordinator Aliansi Mahasiswa Merdeka, Ali Gufron mengatakan, polemik yang terus berkembang justru menimbulkan kesan bahwa kepentingan politik lebih dominan di banding kepentingan masyarakat.
“Publik tentu berharap DPRD lebih fokus pada kerja-kerja untuk rakyat, bukan sibuk dengan konflik internal yang berkepanjangan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Gubernur Sulawesi Tenggara Target Tuntaskan Temuan BPK dan KPK, 13 Kasus Aset jadi Prioritas
Mereka juga menyoroti pentingnya ketegasan partai politik dalam menyelesaikan persoalan internal agar tidak menimbulkan ketidakpastian di ruang publik. Menurut mereka, dinamika yang terlalu lama dibiarkan dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
Selain itu, mahasiswa meminta seluruh pihak mengedepankan etika politik dan mekanisme organisasi dalam menyelesaikan persoalan pergantian pimpinan DPRD Sultra.
