Diakuinya, Pemerintah Kota Medan punya kekuatan dan pengaruh yang bisa dipakai untuk mengentaskan kemiskinan. Untuk itu, apabila kemiskinan tidak segera dikendalikan maka pemeriksaan dianggap tidak perduli dengan masyarakat.
"Patut kami duga Pemko Medan telah berselingkuh secara terstruktur, sistematis dengan konsep kapitalisme yang sejatinya tidak sejalan dengan Pancasila. Kemiskinan harus dikendalikan," tambahnya.
Nanda Fajar Ramadan menambahkan, Wali Kota Medan saat ini dinilai lebih mengutamakan pembangunan Insfrastruktur dari pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Seharusnya kata dia, Boby Afif Nasution selaku orang nomor satu di Kota Medan lebih mengutamakan masalah kemiskinan ketimbang membangun infrastruktur yang terkesan sia-sia, seperti pembangunan lampu jalan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 25,7 miliar.
Baca Juga: RS Bina Kasih Medan Diduga Lawan Keputusan Wali Kota Soal Upah Nakes
