“Tidak ada istilah titipan. Siapa yang nilainya masuk hingga peringkat 288, otomatis diterima. Ini untuk memastikan kualitas input siswa,” jelas Tangkalalo.

Baca Juga: WIUP PT Adnan Jaya Sekawan di Wawoni Bakal Dicabut Dinas ESDM Sultra

Setelah tahap seleksi, peningkatan kualitas dilanjutkan melalui penguatan kapasitas guru. Pihak sekolah rutin menggelar pengembangan profesional agar metode pembelajaran lebih efektif dan mudah dipahami siswa.

“Guru yang pintar belum tentu mampu mentransfer ilmu dengan baik. Karena itu, kami menghadirkan pemateri yang kompeten agar pembelajaran lebih menyenangkan,” katanya.

Selain kualitas pengajaran, aspek kedisiplinan juga menjadi perhatian utama. Sekolah menerapkan aturan ketat terkait waktu kehadiran bagi siswa dan guru.