Pada Mei dan Juni sempat dilakukan pertemuan bipartit atas permintaan karyawan, yang menuntut agar gaji mereka diberikan 50% sesuai aturan ketenagakerjaan selama dirumahkan.

Namun manajemen tetap menolak dan justru menginformasikan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) akan dibayarkan secara bertahap sebanyak empat kali, yaitu pada Mei, Juli, September, Desember 2020.

Menjelang akhir masa dirumahkan, yaitu awal bulan Juli, manajemen mengirimkan surat penempatan 17 karyawan Sindo Weekly sebagai tenaga sales melalui pesan WhatsApp. Para pekerja diwajibkan kembali bekerja per 13 Juli 2020.

Keputusan manajemen ini semakin membingungkan ke-17 karyawan karena rata-rata tidak punya latar belakang dan keahlian sebagai sales, juga tidak sesuai dengan surat perjanjian kerja.

Baca juga: DPR RI Kebut Pembahasan RUU Minol