Aslan menambahkan, luas sekolah yang hanya sekitar setengah hektar membuat ruang belajar dan fasilitas lainnya kurang memadai. Ia juga menyoroti kondisi parkiran yang sempit.

"Kalau bisa dibangun parkiran, minimal got di depan dicor, agar anak-anak kami tidak parkir di pinggir jalan lagi. Selama ini banyak kendaraan hilang karena parkir di tempat yang tidak semestinya," ujarnya.

Mendengar aspirasi tersebut, Hugua menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memperhatikan dan memperbaiki kondisi SMA 9 Kendari.

Baca Juga: Parang Kendari Tetap Diproduksi Tradisional, Jenisnya Beragam dari Sabit hingga Pisau Daging

"Sekolah ini akan kami perhatikan, seluruh gedung akan diperbaiki, dan berbagai rencana pembangunan sekolah akan direalisasikan," ujarnya, Selasa (9/9/2025).