"Pohon jati ini mestinya dijaga bersama bukan untuk ditebang, mengingat pohon ini adalah sumber daya mata air dan memiliki sertifikasi benih," ujar Asma, Selasa (6/2/2024).

Sementara itu, Kepala DLH Muna Barat, La Edi mengaku akan melacak keberadaan batang jati tersebut dan untuk penebangan pohon jati, ia mengakui pihaknya hanya menebang tiga pohon dan ditebangnya pohon tersebut untuk keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Ketua DPC PKB Muna Lapor Dugaan Pencurian Kayu ke Polisi

"Nanti saya kroscek kembali, karena anggota laporkan ke saya hanya menebang tiga pohon," ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui batang jati yang mendadak hilang itu, karena sepengetahuannya setelah ditebang, batang jati itu diletakkan di lokasi penebangan dan pihaknya tidak berniat menggunakannya untuk hal lain, sehingga ia akan menelusuri keberadaan batang jati tersebut.