"Bukan saya mengajari. Bila Pak Natsir seorang organisator, harusnya paham. Keputusan DPP itu final, apalagi diperkuat dengan surat Mahkamah Partai yang menyebutkan pergantian itu sesuai AD/ART dan kewenangan DPC," ucapnya.

Toh, bila ada polemik di internal biarkan bergulir, tetapi proses tetap berlanjut. Bila nantinya Saemuna menang, tidak ada masalah, tinggal dilantik kembali.

Baca Juga: Pimcab PKN Sulawesi Tenggara Optimis Menangkan Pemilu di Bawah Komando Umar Samiun

"Intinya, proses jangan mati bola di Pak Natsir. Karena, aturan main semua partai berlaku di seluruh Indonesia," ungkapnya.

WON mengaku kasihan dengan Saemuna yang telah diperalat. Apa yang diajarkan untuk mengganjal pergantian, semuanya mengalami kebuntuan. Ia menyarankan, lebih baik Saemuna istirahat.