Berikutnya PDIP mencoba untuk membuka peluang untuk pengguliran hak angket DPR, adalah juga bagian dari strategi politik PDIP yang berusaha meningkatkan elektabilitas dengan harapan terjadinya peningkatan perolehan suara, sebab PDIP ingin mendapatkan point plus bahwa PDIP menjadi aktor yang mengawal ekspresi kekesalan dan kekecewaan masyarakat terhadap Penguasa Politik Jokowi dan Gibran terkait putusan MK tersebut.  

Jadi tujuan besarnya sebuah harapan agar terjadinya peningkatan perolehan suara PDIP, ini bisa terjadi jika terjadinya peralihan suara pendukung loyal Jokowi secara personal beralih kepada PDIP karena kecewa kepada Jokowi atas Putusan MK tersebut.

Baca Juga: Dinamika Politik Pasca Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres

PDIP juga secara tidak langsung berharap bukan saja merebut pemilih loyal personal Jokowi, tetapi sekaligus berharap pemilih dengan dasar pertimbangan nasionalisme juga beralih dari Gerindra kepada PDIP, sebab putusan MK tersebut tak bisa dilepaskan dari pasangan Gibran yakni Capres Prabowo Subianto yang diusung oleh Gerindra.

Strategi politik ini memang bagus. Hanya saja juga bisa menjadi bumerang bagi PDIP. Sebab, memungkinkan masyarakat jengah dan sekaligus kesal dengan menganggap PDIP sekadar menjadikan kekesalan masyarakat terhadap Jokowi dan Gibran untuk sekadar mendongkrak suara PDIP semata.