“Pernyataan itu sangat tidak diperlukan. Apalagi di tengah maraknya korban COVID-19 dan kasus moral di Indonesia. Harusnya Menteri Agama berterima kasih ke pada anak-anak muda itu, menyambut positif trend mereka yang good looking yang hijrah, bisa bahasa Arab, apalagi Hafidh (penghafal) Al Quran yang memakmurkan Masjid dan mau mengurusi Masjid,” ujar Hidayat di Jakarta, Jumat (4/9/2020).
Kata dia, seharusnya para anak muda itu dibimbing agar masjid semakin makmur dan mereka tidak terkena penyakit masyarakat, agar nyaman menjadi muslim moderat yang rahmatan lil alamin dengan aktif di Masjid.
Baca juga: Fraksi PKS DPR Tolak RUU Bea Materai Disahkan, Ini Alasan
“Janganlah anak-anak muda good looking yang bisa dari kalangan selebritis, artis dan lain-lainnya itu malah distigma dan di-framing sebagai pintu penyebaran radikalisme melalui Masjid,” imbuhnya.
Bila perilaku tidak bijak seperti ini terus dilakukan, menurut Hidayat bisa berdampak pada berkembangnya saling curiga di antara jemaah masjid dan membuat anak-anak muda itu malah takut ke masjid dan akhirnya mereka kembali ke lingkungan yang destruktif dan jauh dari spirit positif masjid.
