Ketegangan bukan diciptakan oleh para pengamat tetapi terjadinya karena respons reaktif dari pihak pemerintah terhadap kritik sekaligus narasi kritis yang dilakukan para pengamat maupun akademisi terhadap keputusan dan kebijakan politik yang dikeluarkan maupun akan dilakukan oleh pemerintah.

Dinamika Eksternal dan Internal Terhadap Pemerintah

Pemerintah semestinya memahami bahwa politik sejatinya adalah mengenai proses pengaturan dan/atau pembuatan keputusan dan kebijakan. Oleh sebab itu, apa yang  dilakukan dan tidak dilakukan pemerintah akan disorot dan dikritisi oleh publik. Kritik yang disampaikan publik tidak perlu dimaknai sebagai mengganggu stabilitas politik ataupun stabilitas negara. Kritik itu sekadar siklus semata, dari umpan balik yang dilakukan rakyat terhadap keputusan dan kebijakan pemerintah.

Presiden Prabowo semestinya melihat lebih cermat, saat ini publik masih mempercayai Prabowo sebagai presiden melalui hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 79,9 persen, sebanyak 13,0 persen responden mengaku sangat puas dan 66,9 persen cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo (Kompas.com, Februari 2026, Hasil Survei Indikator Politik Indonesia).

Baca Juga: Presiden Prabowo Micromanajer yang Tidak Efektif