"Untuk masyarakat sekitar tidak hanya menjadi objek perkembangan pariwisata, tetapi mereka adalah subyek atau pelaku dari kepariwisataan itu sendiri, sehingga dengan adanya wisata ini mereka hanya tidak menjadi penonton tetapi mereka juga menjadi pelaku industri pariwisata," ujar Syahril.
Baca Juga: 981 Tenaga Harian Lepas di Manggarai Timur Tak Dipekerjakan Lagi 2023
Syahril menambahkan, keindahan kima yang ada di Labengki juga harus dijaga, jika kima itu dibiarkan tumbuh berkembang akan menjadi panorama bawah laut yang indah dan bisa menjadi spot selam.
Melalui Festival Labengki ini, Hugua juga menantang para akademisi dan lembaga peneliti Indonesia untuk melihat dan melakukan penelitian untuk Kima Boe, agar bisa diketahui nama ilmiahnya.
"Saya menghimbau para pecinta bawah laut dan kima, harus mengekspor Labengki ini terutama Kima Boe yang khas dari Labengki," tutupnya. (B)
