Anna berharap kelompok pemuda menjadi bagian atau mengambil peran dalam dialog lintas agama namun tidak menggadaikan iman.

Menurut Anna, setiap orang perlu mengambil peran dalam dialog antaragama. Persoalan akidah dan niat hati, kata dia, hanya Allah yang tahu dan pola perilaku setiap individu.

“Karena bukankah banyak contoh pemuka agama, penghafal Quran, pemimpin yang beragam Islam ternyata banyak yang menyimpang dan nyeleneh. Jadi saya percaya bahwa yang mencerminkan iman adalah perilaku kita sehari-hari,” tegasnya.

Anna mengatakan bahwa ini menjadi dakwah untuk menyampaikan pada dunia bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin, kasih sayang untuk semua umat.

Baca Juga: Ditjen HAM Pantau Pemulihan Hak Korban 1965/1966 di Sulawesi Tengah