Pertemuan PAN dengan Presiden

Jokowi tak sekadar hanya berdiskusi, mempersatukan persepsi, melainkan adanya kesepakatan dukungan juga akan dapat diikuti dengan membagi jabatan. Sinyal akan terjadinya reshuffle kembali cenderung mungkin terjadi, andai pun dalam membagi jabatan tak melulu harus dalam lingkup posisi menteri, sebab bisa saja untuk jabatan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun duta besar.

Lebih luas, dukungan pemerintah tentu saja akan membantu PAN memperoleh persepsi positif di masyarakat. PAN saat ini dalam posisi serba salah, mencoba untuk mengkritisi kinerja pemerintah, tetapi sayangnya komunikator dari legislator PAN tak pandai berkomunikasi, malah yang terjadi pernyataan-pernyataannya blunder di masyarakat.

Jika PAN memilih di luar pemerintahan, tentu saja popularitas PAN akan semakin meredup, apalagi konflik di internal PAN telah menghasilkan partai baru yang berasal dari rahim PAN yakni Partai Ummat.

Baca juga: Berkaca pada Suksesi DPW PPP Sultra