Lebaran sering dijadikan momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga atau kerabat yang jarang ditemui. Nggak heran jika tuan rumah akan menyajikan berbagai makanan dalam jumlah yang cukup melimpah, salah satunya kue kering untuk menjamu para tamu yang datang untuk bersilaturahmi.
Baca Juga: Sejarah Sunat: Ritual Agama hingga Hukuman Perang
Dilansir kumparan.com, seorang sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman pernah mengungkapkan kalau budaya menyajikan aneka hidangan ini dimulai di awal abad ke-20. Saat hari Lebaran, orang Eropa akan memberikan kue kering pada pribumi yang merayakan, sebaliknya di hari Natal warga pribumi akan mengirimkan makanan pada orang-orang keturunan Eropa.
3. Awet dalam waktu lama
Awalnya, kue kering hanya boleh dinikmati oleh para bangsawan dan baru menyebar ke seluruh dunia lewat pedagang muslim. Baru di abad ke-14, kudapan lezat ini boleh disantap oleh rakyat biasa dan sering dijadikan bekal saat bepergian karena cukup awet disimpan dalam waktu lama.
