Perantau Buton memang dikenal sudah lama berada di kawasan timur Indonesia mulai dari Maluku hingga Papua dengan motif perbaikan ekonomi.
Semasa kecil, Bahlil pernah menjadi penjual kue, di masa SMP dia menjadi kondektur dan di SMEA Fakfak dia menjadi suopir angkot.
Kehidupan yang keras memaksa Bahlil ingin mengubah nasibnya dan berniat merantau ke Jayapura, namun ibunya melarang.
"Orang kuliah itu setiap bulan orang tuanya kirim uang. Kalau dia kuliah di tempat lain siapa yang mau kirim uang. Tapi dia bicara sama saya cuma minta doa ibu dan bapak," ucap Wa Nurjani dilansir INews TV.
Baca Juga: Polri: Mantan Sekum FPI Munarman Belum Jadi Tersangka
