Dikutip dari tempo.co, menurut penyanyi 40 tahun itu, depresi yang dialaminya benar-benar mengerikan.

"Orang-orang tidak membicarakannya saat itu," ungkapnya pada sebuah unggahan di instagram pribadinya, saat mengumumkan kehamilan anak pertamanya dengan tunangannya Sam Asghari pada April 2022.

Baca Juga: 10 Alasan Kenapa Harus Rutin Bangun Pagi

"Beberapa orang menganggap berbahaya jika seorang wanita mengeluh seperti itu dengan bayi di dalam dirinya ... tapi sekarang wanita membicarakannya setiap hari," ujar Spears yang bersyukur bahwa tidak perlu lagi menyimpan rasa sakit itu sendiri.

Dari ulasan tahun 2020, depresi perinatal mempengaruhi 10 hingga 20 persen orang di Amerika Serikat selama atau setelah kehamilan, yang merupakan alasan lain mengapa stigma yang disinggung oleh Britney Spears bisa sangat berbahaya.