Baca Juga: Kota Wuna, Jejak Sejarah Peradaban Muna

Dalam praktiknya, Kabhanti Modero menggunakan bahasa Muna yang halus sehingga dapat menyentuh dan memiliki makna filosofis. Para pemain akan mengungkapkan isi hati dengan penuh makna yang romantis, keseruan akan semakin meningkat ketika para pemain saling bersahut-sahutan dengan topik yang sama.

Dahulu Kabhanti Modero diadakan saat ada acara-acara besar seperti pernikahan, pengislaman (katoba), syukuran dan acara lainnya.

Salah seorang masyarakat Muna yang dahulu kerap ikut dalam tradisi Kabhanti Modero, Wa Mbote mengatakan, dulu Kabhanti Modero dijadikan sebagai ajang pendekatan pihak laki-laki dan perempuan, saling berbalas pujian.

"Banyak pasangan yang menikah setelah bertemu di Kabhanti Modero. Kalau untuk anak muda sekarang itu seperti saling gombal menggombal dalam Modero," ujar Wa Mbote, Sabtu (29/4/2023).