Ketua RT setempat mengatakan, bahwa di kampung ini usia minimal janda adalah 25 sedangkan umur maksimalnya adalah sekitar 50 tahun ke atas.

Karena di sini banyak yang telah ditinggal suami, entah meninggal atau karena cerai sehingga membuat para wanita-wanita tangguh di kampung itu bekerja sebagai tulang punggung keluarga.

Lantaran mereka memiliki banyak anak, jadi ibu-ibu ini tidak bisa bekerja jauh dari rumah. Oleh karena itu, para janda di sana memutar otak agar bisa mencari uang di rumah saja.

Pada prosesnya, mereka lalu membuat oleh-oleh khas untuk wisatawan yang berkunjung ke sana.

Cinderamata yang disuguhkan adalah kain khas banjar yaitu Sasirangan, ada juga batu mulia, termasuk jajanan ringan seperti Amplang dan Dodol Kandangan.