"Yah sehari pendapatan saya hampir Rp 300 ribu, lumayanlah untuk kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Baca Juga: Mengenal Gola Ni'i atau Gula Kalupu, Olahan Kelapa Khas Pulau Kabaena
Salah seorang pembeli kasuami, Binar mengaku, menyukai makanan khas Sulawesi Tenggara itu (kasuami) karena merupakan makanan lokal yang ahaus tetap dilestarikan.
"Ini sebagai identitas kita sebagai masyarakat Buton tidak boleh hilang, jadi saya sering beli," ucapnya.
Pembeli lainnya Adam menuturkan, membeli untuk dimakan dengan ikan bakar dan juga colo-colo dengan sayur kangkung atau lainnya.
