Selain mengalami penyakit TBC, Waciani juga sehari-hari harus menggunakan dua tongkat karena kecelakan yang membuat retak tulang paha dan bergesernya tulang panggul, hingga ia tidak bisa berjalan dengan normal.
Untuk menutupi biaya hidup sehari-hari dengan seorang diri tanpa suami Waciani, biasanya bekerja sebagai tukang cuci dari rumah ke rumah.
Baca Juga: Gepeng di Kendari Bakal Ditertibkan, Pemulung Curahkan Perasaan
Cisya Oktaviani anak ketiga dari Waciani yang saat ini duduk di bangku SD kelas 5, juga merasa sedih melihat kondisi ibunya seperti ini. Ia mengaku suka dibully karena kondisi Ibunya.
“Semoga mama saya cepat sembuh dan bisa kayak dulu lagi, sejak mama sakit saya sering dapat ejekan dari teman-teman karena saya orang tidak mampu dan setiap hari mama selalu menggunakan tongkat, tapi kami sayang dengan mama," kata Cisya.
