Baca Juga: PDIP Turun ke "Lantai Dansa"
Upaya mendongkrak elektabilitas Puan Maharani telah intens dilakukan. Puan Maharani telah berupaya melakukan pencitraan politik, mengadakan pertemuan dan kunjungan ke daerah-daerah, juga bersilaturahmi dengan masyarakat. Nyatanya, elektabilitas Puan Maharani masih nyaman berada di papan bawah.
Kerja membangun personal branding Puan Maharani intens dilakukan, yang terjadi kerap menimbulkan polemik di masyarakat. Sehingga tidak berdampak kenaikan signifikan elektabilitas Puan Maharani. Contoh polemik, saat Puan menanam padi di kala hujan, ia berlagak sebagai tukang bangunan, menanam padi dengan cara maju, dan tatkala ia membagi-bagi kaos kepada warga.
Puan Maharani semakin mutung, ternyata anggota internal kader PDIP juga tidak menjatuhkan pilihan kepada dirinya melainkan Ganjar Pranowo. Survei Charta Politika, sebesar 44,7 persen pemilih PDIP melabuhkan pilihan kepada Ganjar sedangkan Puan Maharani hanya mengantogi 4,8 persen pemilih PDIP saja, (detik.com, 12 Agustus 2021).
Simulasi dengan nama Puan Maharani merujuk SMRC juga menunjukkan pergerakan suara Puan kenaikan suaranya tidak signifikan, hanya naik 0,5 persen menjadi 1 persen. Sedangkan Ganjar Pranowo bergerak dari 8,8 persen menjadi 25,5 persen. Ini menunjukkan jika Puan harus bersaing dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan akan tertinggal jauh dan tidak kompetitif (kabarjakarta.com, 16 September 2022).
