Yang terjadi minggu ini, malah ketidakberdayaan pemerintah dalam proses distribusi perdagangan, perilaku ini yang semestinya ditindaklanjuti. Ini adalah alarm yang menunjukkan adanya kejenuhan pelaku pasar dengan kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah, bahkan sempat mengemuka usulan untuk presiden melakukan reshuffle terhadap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Saat ini, bisa saja adalah awal dari kejenuhan pelaku pasar, pengusaha, pekerja di sektor industri maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ini menunjukkan bahwa mereka sebenarnya mengharapkan segera terjadinya proses sirkulasi kepemimpinan, bukan malah sebaiknya. Kejenuhan ini seharusnya yang ditangkap, disikapi dengan serius oleh pemerintah, bukan malah menganggap mengundurkan Pemilu adalah cara yang tepat.

Jangan sampai, usulan-usulan yang tidak demokratis ini menjadi sebuah ironi reformasi. Reformasi kembali dihampiri gejolak krisis, masyarakat berbicara akan kebutuhan perut yang tak dapat dipenuhi oleh pemerintah. Ingat bahwa potensi chaos dapat terjadi di tingkat masyarakat, bahkan dapat menjalar ke daerah-daerah. Akibat perilaku pragmatis dari para politisi, sedangkan rakyat malah semakin mengencangkan ikat pinggang.

Baca Juga: Upaya Mempasang-pasangkan Paket Calon Presiden/Wakil Presiden Cenderung Monoton

Saat ini, memang diharapkan Presiden Jokowi segera membuat keputusan dengan sikap konsisten, juga arif dalam menyikapi situasi sekarang ini. Wacana memundurkan Pemilu maupun memperpanjang jabatan pemerintahan, maka sama saja membuat kepemimpinan Jokowi akan dianggap gagal.