Pemerintah masih memiliki modal politik. Tingkat kepercayaan publik sebesar 63,2 persen menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah masih belum hilang. Namun, modal tersebut harus segera dikonversi menjadi kinerja yang konkret.
Jangan sampai pemerintah masih dipercaya, tetapi semakin sedikit dirasakan manfaat kerjanya oleh masyarakat. Patut diingat bahwa dalam politik pemerintahan, ketika kepercayaan tanpa kepuasan akan dapat berubah menjadi kekecewaan.
Oleh sebab itu, pemerintah tidak cukup hanya dengan memperbaiki komunikasi publik. Memang saat ini, Presiden Prabowo sendiri tidak lagi banyak buat gaduh dalam pidatonya, sebab Presiden Prabowo ditengarai mulai mengurangi improvisasi dalam pidatonya, sehingga dapat menurunkan polemik atas pernyataan Presiden pasca berpidato.
Selain Pemerintah memang harus lebih komunikatif, tetapi yang jauh lebih penting adalah memperbaiki dan membuktikan kinerjanya terhadap persoalan yang dirasakan langsung oleh rakyat. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah seperti: Prioritas pertama adalah menjaga daya beli, mengendalikan harga kebutuhan pokok, dan memperluas lapangan kerja.
Baca Juga: MUI, DPR dan Sikap Pemerintah Terhadap LGBT
