"Hasil panen saya kemarin itu yang tercatat 16 ton, itu saya dapat Rp 180 juta. Itu hanya dari hasil panen yang sudah ada pemesannya, belum dari pembeli yang datang langsung ke kebun itu lumayan banyak juga," ungkapnya, Kamis (19/10/2023).

Kata Sigit, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab meningkatnya hasil panen tahun ini. Selain karena dampak dari musim kemarau, salah satunya juga dengan melakukan inovasi dalam proses pemupukan, sehingga meskipun di musim kemarau, tanaman jeruk tetap tumbuh subur.

"Jadi dosis pupuknya kita tambah sehingga mempengaruhi daya tahan tanaman jeruk, selain itu juga yang terpenting kita sebagai petani ini harus lebih aktif, lebih ulet lagi agar mendapatkan hasil yang memuaskan," terangnya.

Senada, Kepala Desa Lasembangi, Sabaparta, dari data yang ada, terdapat lahan seluas hampir 50 hektare yang ditanami jeruk siam oleh puluhan petani, termasuk petani pemula.

Baca Juga: Ahli Waris Ingin Bangun Masjid, Pemkot Medan Malah Pasang Plang Tanah Milik Pemerintah