"Seharusnya polisi memeriksa gerobak saya jangan langsung main bawa-bawa ke kantor polisi, saya tidak mencuri. Orang lain yang mencuri, saya yang hanya kebetulan lewat di situ langsung dituduh. Sakit hatiku sebenarnya. Mana kita sudah sakit dituduh lagi ambil barangnya orang," ucap Rahmat sambil tertawa pilu.

Tapi hidup harus terus berjalan. "Kita ini orang miskin tidak ada yang mau selamatkan kita, jadi harus tolong diri sendiri," tambahnya.

Tukang parkir Pasar Baru, Nandar, mengaku sering melihat Rahmat di jalanan, tertatih-tatih mendorong gerobaknya.

Baca Juga: Sebatang Kara Ditinggal Suami dan Anak, Nenek Ini Bertahan Hidup karena Sampah

"Orang setua dia harusnya istirahat di rumah. Tapi dia malah bekerja keras demi bisa makan," ujar Nandar prihatin.