BUTON SELATAN, TELISIK.ID – Perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi yang pesat mulai berdampak negatif terhadap minat generasi muda di Buton Selatan terhadap warisan budaya.

Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan seiring dengan kian minimnya keterlibatan generasi muda atau Gen Z dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Haerudin, mengatakan bahwa kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence) turut menggeser nilai-nilai kebudayaan di daerah ini.

Menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang lebih tertarik pada hal-hal yang serba instan, termasuk dalam aspek kebudayaan. Dia mencontohkan berkurangnya ketertarikan mereka terhadap pagelaran tarian lokal, yang biasanya dilaksanakan oleh orang tua dalam setiap acara ritual adat.

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Hasil Pilkada Kabupaten Wakatobi 2024