“Ke depannya kami akan berkolaborasi dengan OPD terkait untuk pengadaan mata pelajaran mulok (muatan lokal, red) bahasa daerah (Cia-Cia),” tambahnya.
Baca Juga: Rajiun 'Keok' Lagi di Pilkada Muna, Pasangan Bahtera segera Dilantik
Warga Kelurahan Bandar Batauga, Herianto, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena ini. Ia menilai bahwa generasi muda saat ini berada pada fase krisis minat terhadap tradisi budaya.
Perkembangan media sosial yang semakin digemari oleh kelompok remaja, serta ketergantungan mereka pada kecerdasan buatan yang mempermudah proses kreasi, dianggap sebagai faktor penyebab.
Herianto juga menyoroti penggunaan bahasa daerah yang semakin menurun di kalangan generasi muda, yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan tren kekinian yang digandrungi oleh Gen Z di Buton Selatan.
