Baca Juga: Diduga Pilih Kasih, Warga Tuntut Transparansi Dana CSR PLTU Nii Tanasa Konawe
Politisi Demokrat ini mengatakan, penularan virus ini dapat terjadi melalui wol, rambut, rumput, udara dan jerami. Selain itu, lumpur atau kotoran yang menempel pada alas kaki, pakaian dan peralatan ternak juga bisa jadi media penularannya.
Selain itu, penularan juga bisa melalui inseminator (penyuntikan semen beku atau sperma ternak ke tubuh sapi betina), serta air yang terkontaminasi dan kontak langsung saat pemerahan susu. Sebagai solusi jangka pendek, lanjut Agusdono hewan ternak yang terinfeksi bisa diberikan antibiotik, antipyretic, vesicle treatmen dan vitamin C.
Dalam kesempatan yang sama, Agusdono juga mengkritisi praktek importisasi hewan ternak dari negara lain yang belum bebas PMK. Karena praktek ini berpeluang membuat hewan ternak kembali terinfeksi, setelah pada tahun 1990 Indonesia dinyatakan bebas PMK oleh Office International des Epizooties (OIE). (C)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
