Keesokan harinya setelah muncak barulah kisah mistis itu hadir. Saat itu rombongan Fiersa Besari hendak mengambil air di salah satu sumber mata air di Gunung Beriun. Kawannya yang bernama Ajir lah yang mengambil air itu. Lokasi mata air dengan tempat camp mereka sangat dekat yakni sekitar 15 menit.
Menurut cerita Fiersa Besari, kala itu Ajir mengambil air bertepatan dengan waktu Maghrib. "Kita ga sadar itu Maghrib. Akhirnya dia jalan berangkat dan kita sadar. Harusnya azan deh," tuturnya dilansir dari Pikiranrakyat.com.
Setelah Ajir berangkat, mulai muncul perasaan tidak enak dari rombongan Fiersa Besari. Bahkan salah satu temannya bernama Bang Mardi berseloroh jika hingga jam 20.00 Wita Ajir tak kunjung kembali, dia akan menyusulnya.
Baca Juga: Hakim Heran Kuat Ma'ruf Sebatas Sopir Bisa Pegang Tubuh Putri Cendrawathi, Penembakan Dibantah
"Dia (Bang Mardi) feeling Ajir itu kesasar. Padahal tempat ngambil air itu 15 menit ada jalur dan pita juga. Setelah disusul, akhirnya Ajir pun ditemukan. Menurut Fiersa Besari Ajir mengalami peristiwa tak mengenakkan.
