Hal ini sesuai dengan pernyataan Manajer Cabang Hyundai Kota Kendari, Asdy Abdi Toyar. Dia mengungkapkan bahwa sudah ada subsidi dari pemerintah dengan penurunan PPN, sehingga mengalami penurunan harga dari Rp 800 juta menjadi Rp 700 juta.

"Kondisi masyarakat kita, boleh dibilang kalau mobil sudah di harga Rp 500 juta sudah dianggap mahal, padahal manfaatnya lebih banyak," ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Mobil Listrik ASN Nyaris Rp 1 M per Orang

Dikatakan, untuk mobil listrik Hyundai Ioniq 5, penggunanya di Kota Kendari baru satu orang. Ini mungkin disebabkan masalah harga. Diakui, di Indonesia timur belum terlalu banyak peminat, namun di Pulau Jawa sudah banyak.

Sementara menurut Sekretaris Daerah Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, terkait program nasional tentang penggunaan mobil listrik, akan disesuaikan dengan kebijakan dan melihat kondisi daerah.