Hal unik lainnya, keduanya berbeda keyakinan. Muhammad beragama Islam. Samir seorang nasrani.
Keduanya bersahabat. Saling mengisi dengan kelebihan, dari kekurangan masing-masing.
Mereka berdua wafat dalam waktu yang hampir bersamaan. Samir wafat lebih dulu, karena itu Muhammad merasakan duka yang amat dalam. Sepekan kemudian ia menyusul sahabatnya itu.
Baca juga: Jakob Oetama: Beberapa Kilasan Tentangnya
Foto mereka berdua adalah foto lawas. Diambil di Damaskus, pada tahun 1889. Walau usang, hikmah persahabatan mereka membentang jauh. Juga melampaui kita di masa kini.
