KENDARI, TELISIK.ID – Di tengah riuh pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kendari, di sela deru kendaraan yang keluar masuk tanpa henti, tampak seorang pria bersahaja dengan rutinitas kerjanya. Namanya Mukmin, 42 tahun.
Mukmin bukan pegawai kantoran, bukan pula pemilik toko, ia hanya seorang juru parkir (jukir). Namun, di balik rompi lusuh dan senyuman tulusnya, tersembunyi sebuah kisah perjuangan yang mungkin luput dari pandangan banyak orang.
Setiap pagi, sebelum matahari tinggi, Mukmin telah bersiap di pos kecilnya. Ia menyambut pengunjung dengan ramah, mengatur alur kendaraan dengan cekatan, dan yang paling penting adalah ia tanpa pamrih.
Di tengah pekerjaan yang kerap dipandang sebelah mata, Mukmin menjalani harinya dengan sepenuh hati, bukan untuk mengejar kekayaan, tetapi demi sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni keluarga.
Baca Juga: Pria Jauh dari Jawa Keliling Puluhan Kilometer Jual Roti di Kendari
