“Sistem operasi smartphone tidaklah seaman desktop. Banyak sekali celah yang dengan mudah bisa dimasuki hacker,” menurut pernyataan Wandera.

Dalam penelitian terhadap industri porno, Wandera juga menemukan bahwa sekitar 40 dari 50 situs dewasa tidak aman dari malware atau aplikasi penyusup.

Artinya, malware tersebut bisa menginstal dirinya ke dalam ponsel lalu mengumpulkan informasi tentang kebiasaan dan identitas pemiliknya.

Peristiwa “memata-matai” lewat ponsel itu bukan barang baru.

Tahun lalu, situs dewasa Brazzers kebobolan informasi yang berisi data 800.000 penggunanya.